Wednesday, September 25, 2013

Kehancuran Bumi Menurut Agama Buddha

Bagaimanakah kehancuran bumi ini berlangsung? Kehancuran bumi kita ini berlangsung karena dipengaruhi oleh ulah manusia, juga oleh hukum universal (Dhammaniyama) itu sendiri, walaupun keterlibatan hukum ini adalah wajar saja. Bumi kita hancur karena terjadi ketidakberaturannya sistem rotasi orbit tata surya kita, sehingga terjadi persilangan sinar matahari dari tujuh tata surya lain. Akibatnya sinar matahari dari tujuh tata surya lain menerpa bumi kita pula. Yang mengakibatkan bumi kita kepanasan, terbakar dan lenyap.Apakah yang menyebabkan terjadinya perubahan garis-garis orbit dari sistem tata surya ? Perhatikanlah uraian yang dinyatakan Sang Buddha sebagi berikut :
Bilamana raja-raja berlaku tidak benar, demikian pula para brahmana, rakyat penduduk kota maupun desa menjadi tidak benar, maka matahari dan bulan bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi berubah garis orbitnya. Siang malam, bulan musim dan tahun berubah pula. Angin bertiup salah waktunya (musim) hujan pun turunnya kurang. Sehingga panen matang pada musim yang salah, maka akibatnya manusia berusia pendek, buruk-rupa, lemah dan sakit-sakitan. Sebaliknya, raja-raja berlaku benar pada musimnya, maka manusia berusia panjang, cukup, kuat, dan sehat.
(Pattakammavagga, Anguttara Nikaya)


Hubungan moral sosial sangat erat sekali dengan hukum alam, sehingga pengaruhnya dirasakan oleh manusia sendiri. Peranan pemerintah (raja dan menteri) juga mempunyai dampak yang besar sekali dalam tata surya kita. Singkatnya tingkah laku manusia sendirilah yang mempercepat dan memperlambat terjadinya evolusi perubahan itu, dengan mengakibatkan sistem edar tata surya. Dalam Anguttara Nikaya, Sang Buddha menyatakan tentang hancurnya bumi kita ini sebagai berikut :

Para Bhikkhu, bentuk apapun tidak kekal, goyah dan tak tetap. Akan tiba suatu masa setelah bertahun-tahun ... atau ratusan tahun, tidak ada hujan. Ketika tidak ada hujan, maka semua bibit tanaman ... pohon-pohon besar di hutan menjadi layu, kering dan mati ... selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu diakhir masa yang lama, matahari kedua muncul ... maka semua sungai kecil dan danau kecil surut kering dan tiada ... selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu diakhir masa yang lama, matahari ketiga muncul ... maka semua sungai besar seperti Gangga Yamuna ... surut, kering dan tiada ... selanjutnya matahari keempat muncul... maka semua danau besar menjadi surut dan kering... selanjutnya matahari kelima muncul ...’maka air maha samudera surut sampai sedalam mata kaki. Selanjutnya matahari keenam muncul ... maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung mengeluarkan, memuntahkan dan menyemburkan asap ... para Bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu diakhir masa yang lama, matahari ketujuh mncul, maka bumi dengan gunung Sineru ... terbakar; menyala berkobar-kobar dan menjadi seperti bola api yang berpijar ... disebabkan oleh nyala yang berkobar-kobar bumi ... hangus total ada hara maupun abu yang tersisa bagaikan mentega atau minyak yang terbakar hangus tanpa sisa.                                       (Sattakanipata, Anguttara Nikaya)

No comments:

Post a Comment