Monday, February 16, 2015

Keunikan Beberapa Istilah Pāli dan Indonesia yang Tidak Diketahui.....



Meski bahasa Pāli tergolong tua, kata-katanya begitu terpilih dan menekankan pada sisi estetika dan etika. Misalnya, ketika mengatakan 'hubungan seksual', istilah yang digunakan adalah 'methunadhamma' yang berasal dari dua kata yakni 'methuna / mithuna' yang berarti 'berpasangan' dan 'dhamma' yang berarti 'hal'. Methunadhamma artinya hal yang berhubungan dengan pasangan. Orang kuno dengan bahasa Pāli tidak langsung mengatakan 'seks' atau istilah-istilah kasar lain, tetapi nilai etikanya juga ditekankan dalam mengacu hal di atas.
Beberapa istilah di dalam bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh bahasa Pāli maupun Sansekerta juga menekankan estetika (dalam hal ini cocoklogi) dan etika tapi tidak diketahui oleh banyak orang. Misalnya kata 'aneka' yang kita semua tahu artinya 'bermacam-macam'. Kata ini sebenarnya dari awalan 'a' dan kata 'eka'. Awalan 'a' artinya 'tidak atau bukan', dan kata 'eka' ada 'satu'. Aneka artinya bukan satu, sehingga mengacu kepada jumlah yang banyak.

Kemudian kata 'saudara' yang dalam bahasa Pāli adalah 'sodara' itu berasal dari awalan 'sa' yang berarti 'sama', atau dalam bahasa Indonesia mengacu kepada awalan 'se' atau 'satu', dan kata 'udara' yang berarti 'perut'. Kenapa dikatakan saudara? Karena seseorang lahir dari satu perut. Bagaimana dengan dua kata dalam bahasa Pāli yang digabung yakni kata 'paya' yang berarti 'air susu' dan kata 'udara' atau 'perut' jika digabung? Mengucapkan dua kata ini yang telah digabung terdengar 'naughty', tetapi jika dicermati dari asal katanya, kata yang dimaksud digunakan dengan tidak mengesampingkan nilai estetika dan etika.
Banyak kata dalam bahasa Pāli juga mempertimbangkan nilai filsafatnya. Misalnya kata 'manusia' yang berasal adari kata 'manussa' berasal dari kata 'mana' yang berarti 'pikiran' dan 'ussa' yang artinya 'tinggi'. Manusia atau manussa adalah makhluk yang berpikiran tinggi. Juga kata 'periksa' yang dalam bahasa Pāli adalah 'parikkha' dan bahasa Sanskrit 'pariksha'. Kata ini berasal dari awalan 'pari' yang artinya 'sekeliling' dan akar kata 'iks' yang artinya 'melihat'. Mengapa kata 'periksa' artinya 'meneliti'? Karena orang demikian 'melihat sekeliling'... Demikianlah, Pāli memang bahasa kuno tetapi kata-kata yang digunakan sangatlah terpilih...
Mettacittena,
/Santacitto

No comments:

Post a Comment