Tuesday, January 16, 2024

Akibat Nyata Hukum Karma dalam Keseharian


Hukum karma dalam ajaran Buddha merupakan petunjuk penting dalam agama. Petunjuk ini begitu luas sehingga membutuhkan penguraian terperinci untuk memahaminya. Secara umum, karma berarti perbuatan.

Dalam ajaran Buddha, karma merupakan hukum kosmis tentang sebab dan akibat yang juga adalah hukum moral lebih ke arah impersonal. Menurut hukumnya, untuk hidup maupun tidak akan muncul oleh sesuatu.

Maksudnya adalah, tidak benar jika sesuatu dapat muncul dari sebuah ketiadaan atau kekosongan. Maka segala sesuatu yang ada memiliki sebab yang mendahuluinya. Pernyataan seperti ini juga berhubungan dengan penjelasan teori relativitas tentang lahirnya alam semesta.

Dalam tradisi Buddhis awam yang dijelaskan melalui upaya kausalia menjabarkan keyakinan berdasarkan kebenaran Tuhan Yang Maha Esa sebagai Yang Suci, Mulia, Impersonal dan Agung. Sedangkan dalam kajian mendalam tentang Dhamma, dijelaskan dengan hukum universal karena dampak relativitas impersonal.

Hukum karma dalam sisi Kosmis

Hukum karma dalam ajaran Buddha dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi kosmis dan moral. salah satunya sisi kosmis. Hukum dalam sisi kosmis melingkupi alam fisik dan psikis.

Itu berarti, makhluk hidup adalah fenomena materi. Adanya manusia dan hewan merupakan fenomena relatif. Ini dikarenakan segala sesuatu di alam semesta ini bersifat muncul, berproses dan lenyap.

Begitu juga dengan alam, terdampak oleh hukum semsta dengan sifat alamiahnya muncul, berposes dan lenyap. Sama halnya seperti alam semesta dengan banyak galaksi di sana, serta tata surya tidak terhitung jumlahnya, turut mengalami hal tersebut.

Yang perlu diperhatikan adalah, walaupun sisi kosmis demikian, namun itu hanya berupa implikasi dari hukum karma. Yang selanjutnya paling penting dalam hukum karma adalah sisi moral.

Hukum karma dalam sisi Moral

Pada sisi moral, hukum karma dalam ajaran Buddha memegang peranan sebagai petunjuk etika Buddhis. Petunjuk ini tercermin dengan sangat jelas di dalam semua ajaran yang telah Buddha sampaikan selama hidupnya.

Karma dari sisi moral lebih menitik beratkan pada perbuatan manusia melalui tindakan jasmani, pikiran dan ucapan. Perbuatan tersebut digolongkan sebagai karma bila dilakukan dengan niat atau keinginan yang benar.

Tindakan tanpa niat sama saja bukan karma. Perbuatan tersebut tidak menghasilkan dampak moral untuk pelakunya. Karma dalam sisi moral mengandung nilai etika berpegangan pada kebaikan dan keburukan.

Prinsip landasan hukum karma berupa siapa saja yang menanam, maka dia akan memetik hasilnya. Apakah hasil tersebut baik atau tidak, tergantung apa yang sudah ditanam. Jika telah memainkan karma buruk, pasti akan menderita karena menerima hasil yang buruk pula.

Kamma bukanlah satu ajaran yang membuat manusia menjadi orang yang lekas berputus-asa, juga bukan ajaran tentang adanya satu nasib yang sudah ditakdirkan. Memang segala sesuatu yang lampau memengaruhi keadaan sekarang atau pada saat ini, akan tetapi tidak menentukan seluruhnya, oleh karena kamma itu meliputi apa yang telah lampau dan keadaan pada saat ini, dan apa yang telah lampau bersama-sama dengan apa yang terjadi pada saat sekarang memengaruhi pula hal-hal yang akan datang. Apa yang telah lampau sebenarnya merupakan dasar di mana hidup yang sekarang ini berlangsung dari satu saat ke lain saat dan apa yang akan datang masih akan dijalankan. Oleh karena itu, saat sekarang inilah yang nyata dan ada "di tangan kita" sendiri untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Oleh sebab itu kita harus hati-hati sekali dengan perbuatan kita, supaya akibatnya senantiasa akan bersifat baik.

Kita hendaknya selalu berbuat baik, yang bermaksud menolong mahluk-mahluk lain, membuat mahluk-mahluk lain bahagia, sehingga perbuatan ini akan membawa satu kamma-vipaka (akibat) yang baik dan memberi kekuatan kepada kita untuk melakukan kamma yang lebih baik lagi. Satu contoh yang klasik adalah sbb.:

Lemparkanlah batu ke dalam sebuah kolam yang tenang. Pertama-tama akan terdengar percikan air dan kemudian akan terlihat lingkaran-lingkaran gelombang. Perhatikanlah bagaimana lingkaran ini makin lama makin melebar, sehingga menjadi begitu lebar dan halus yang tidak dapat lagi dilihat oleh mata kita. Ini bukan berarti bahwa gerak tadi telah selesai, sebab bilamana gerak gelombang yang halus itu mencapai tepi kolam, ia akan dipantulkan kembali sampai mencapai tempat bekas di mana batu tadi dijatuhkan.

Begitulah semua akibat dari perbuatan kita akan kembali kepada kita seperti halnya dengan gelombang di kolam yang kembali ke tempat dimana batu itu dijatuhkan.

Sang Buddha pernah bersabda (Samyutta Nikaya I, hal. 227) sbb:

"Sesuai dengan benih yang telah ditaburkan begitulah buah yang akan dipetiknya, pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan, pembuat kejahatan akan memetik kejahatan pula. Tertaburlah olehmu biji-biji benih dan engkau pulalah yang akan merasakan buah-buah dari padanya".

Segala sesuatu yang datang pada kita, yang menimpa diri kita, sesungguhnya benar adanya. Bilamana kita mengalami sesuatu yang membahagiakan, yakinlah bahwa kamma yang telah kita perbuat adalah benar. Sebaliknya bila ada sesuatu yang menimpa kita dan membuat kita tidak senang, kamma-vipaka itu menunjukkan bahwa kita telah berbuat suatu kesalahan. Janganlah sekali-kali dilupakan hendaknya bahwa kamma-vipaka itu senantiasa benar. Ia tidak mencintai maupun membenci, pun tidak marah dan juga tidak memihak. Ia adalah hukum alam, yang dipercaya atau tidak dipercaya akan berlangsung terus.

Karma dalam sisi moral dapat terjadi melalui tiga cara yiatu melalui pikiran, melalui ucapan dan melalui tindakan badan jasmani.

Sebagai contoh berikut 10 dampak perbuatan baik dan 10 dampak perbuatan buruk:

10 Karma Baik:

1.       Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehidupan yang akan datang.

2.       Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur, harmonis yang keadaannya penuh suka cita dan bahagia.

3.       Hidup dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang akan berakibat kelairan yang memilki rupa yang elok, keshatan yang bagus dan berumur panjang.

4.       Berendah hati, jujur dan memiliki rasa hormat menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur, akan dihormati banyak orang dan memiliki banyak pengikut.

5.       Berbakti dan penuh ketulusan berbuah dengan diperolehnya banyak penghargaan dari masyarakat.

6.       Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih-lebihan dalam banyak hal.

7.       Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan.

8.       Sering mendengarkan hal-hal baik, gemar belajar akan berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan.

9.       Menyebarkan kebaikan berbuah dengan kelahiran yang memiliki banyak keberuntungan.

10.   Meluruskan pandangan orang lain berbuah dengan diperkuatnya keyakinan.

10 karma buruk dan akibatnya:

1.       Memiliki kecenderungan sadis, bengis dan kejam akan mengakibatkan pendek umur, berpenyakitan, senantiasa dalam kesedihan karena terpisah dari keadaan atau orang yang dicintai, dalam hidupnya senantiasa berada dalam ketakutan,dijauhi banyak orang.

2.       Mencuri akibatnya kemiskinan, dinista dan dihina, harapan dan keinginannya sulit terwujud, penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain.

3.       Bebuat asusila akibatnya mempunyai banyak musuh, beristeri atau bersuami yang tidak disenangi, terlahir sebagai pria atau wanita yang memiliki hasrat seks menyimpang.

4.       Berdusta akibatnya menjadi sasaran penghinaan, tidak dipercaya khalayak ramai.

5.       Bergunjing akibatnya kehilangan sahabat-sahabat tanpa alasan yang jelas.

6.       Gemar berkata kasar dan kotor akibatnya terlahir dalam lingkungan yang tidak mendukung.

7.       Omong kosong akibatnya akan sering direndahkan.

8.       Terlalu serakah akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat diharap-harapkan, hidupnya selalu kekuarangan.

9.       Menyimpan dendam dan niat jahat, akibatnya akan terlahir dalam kondisi yang tidak layak.

10.   Gemar mabuk, pecandu narkoba, atau hal hal yang cenderung merusak dirinya sendiri akan terlahir dengan memiliki kecenderungan kurang bijaksana, kurang cerdas, berpenyakitan, bahkan sebagian terlahir dalam cacat fisik dan mental.

10 pebuatan baik dan buruk tersebut merupakan gambaran tentang hukum karma. Beberapa perbuatan lain yang tidak disebutkan bahkan ada yang mampu menghasilkan akibat terlahir di alam neraka, salah satunya seperti membunuh ibu dan ayah. Sebaliknya perbuatan seperti memiliki kepedulian yang tinggi untuk membebaskan penderitaan makhluk lain, sering memberi kebahagiaan pada mahkluk lain, akan mengakibatkan terlahir kembali di alam surga.

Cukup sampai disini dulu video kali ini, mesikupun untuk memahami hukum karma video ini belum cukup menjelaskannya.

Semoga video ini bermanfaat. Sabbe satta bhavantu sukhitatta semoga semua mahkluk hidup berbahagia.

No comments:

Post a Comment