Friday, January 12, 2024

Apa yang diyakini oleh Umat Buddha?


Dasar Keyakinan dalam Agama Buddha

Sebagai umat Buddha, di dalam kehidupan sehari-hari perlu menerapkan dan mengamalkan Buddha Dhamma, hal ini merupakan perwujudan dari keyakinan yang ada pada diri umat Buddha. Kerangka dasar keyakinan umat Buddha adalah saddha (keyakinan), sila atau perbuatan benar, bhakti atau pelaksanaan ritual keagamaan. Kerangka dasar ini tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya karena ketiganya merupakan suatu kesatuan yang utuh dan saling terkait dalam pelaksanaannya.

1. Umat Buddha mempunyai keyakinan atau saddha yaitu: Keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Semua mazab agama Buddha di Indonesia berkeyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa dan menyebutNya dengan sebutan yang berdeda-beda tetapi pda hakekatnya adalah satu. Sebutan Tuhan yang Masa Esa antara lain: Parama Buddha, Sanghyang Adi Buddha, Hyang Tathagatha, Yang Esa, dsb.

2. Keyakinan terhadapa Triratna/Tiratana: Keyakinan terhadap Triratna / Tiratana adalah keyakinan terhadap Buddha, Dhamma dan Sangha. Umat memiliki keyakinan kepada Buddha karena jasa Sang Buddha kita dapat mengenal dan belajar Dhamma. Umat Buddha mempunyai keyakinan teradap Dhamma, dengan melaksanakan Dhamma dalam kehidupannya dan merealisasikannya ia mencapai tingkat-tingat kesucian. Umat Buddha yakin pada Sangha, arena Sangha-lah maka Dhamma dapat lestari di dunia ni sampai sekarang.

3. Keyakinan terhadap adanya Boddhisatva, Arahat dan Dewa: Boddhisatva adalah calon Buddha atau seorang yang bercita-cita dan bertekad untuk menjadi Buddha. Arahat adalah siswa Sang Buddha, karena ketekunan dan keyakinannya melaksanakan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengatasi serta melenyapkan semua kekotoran batin dan mencapai tingkat kesucian tertinggi. Dewa adalah Makhluk yang hidup dialam Surga, yang hidup berkat kekuatan karma baiknya atau kusala-kamma yang dlakukan pada kehidupannya yang lampau.

4. Keyakinan terhadap hukum kesunyataan: Umat Buddha mempunyai keyakinan terhadap hukum kesunyataan yang telah diajarkan oleh Sang Buddha. 

5. Keyakinan terhadap kitab suci: Keyakinan terhadap kitab suci adalah titik tolak atau dasar suatu agama berdasarkan pada ajaran yang tertulis atau yang ada dalam kitab suci, seseorang mulai mengembangkan kehidupan beragamanya secara jelas dan terarah. Kitab Suci agama Buddha adalah Tripitaka/Tipitaka

6. Keyakinan terhadap Nirvana atau Nibbana: Keyakinan umat Buddha terhada adanya Nibbana didasarkan pada kotbah Sang Buddha yang pertama yaitu Dhammacakkapavatanasutta dinyatakan untuk mengatasi penderitaan adalah dengan mencapai Nibbana.Nibbana adalah amat tentram, suci, luhur, di mana semua bentuk kamma telah berhenti, gugurnya semua lapisan kehidupan, padamnya keinginan nafsu (tanha)

Keyakinan menurut agama Buddha sangat penting. Yakin terhadap Buddha, Dharma dan Sangha haruslah dimiliki. Ini penting untuk pengembangan dan pelatihan batin agar dapat membawa kebahagiaan.

Menurut Anguttara Nikaya III 206, kepercayaan termasuk ke dalam salah satu dari lima ‘kekayaan’ seorang umat Buddha. Anguttara Nikaya III 127 juga menyebutkan umat Buddha mengembangkan keyakinannya.

Saddha atau rasa yakin berdasarkan Jalan Mulia Berunsur Delapan dapat membentuk pikiran benar dengan pengembangan diri. Jadi kepercayaan merupakan bentuk pelatihan pikiran, lalu dikembangkan dengan pikiran diri sendiri.

Oleh sebab itu, kepercayaan merupakan aspek penting yang mendukung pikiran benar. Selain itu, dapat mendorong diri membuktikan ajaran agama. Digambarkan oleh Nagarjuna, sebuah keyakinan mendahului pemahaman.

Meski begitu, ini bukan sekadar keyakinan belaka. Untuk sampai di titik pencerahan sebagai makhluk suci (arahat), keragu-raguan perlu dilenyapkan. Yakin terhadap Dharma perlu ditingkatkan.

Ciri-Ciri Keyakinan Menurut Ajaran Buddha

Dalam keyakinan menurut ajaran Buddha, terdapat dua ciri keyakinan, yaitu:

1. Membuka pandangan

Yang dimaksud dengan membuka pandangan adalah berkeyakinan dengan mendasarkan pikiran yang terbuka terhadap ajaran lain. Membuka pandangan dengan kebijaksaan agar terhindar dari sikap fanatik berlebihan berasal dari ego sendiri.

Dibutuhkan satu pandangan benar dan sejalan dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan. Pandangan benar ini nantinya akan membuka penglihatan suci tidak ternoda dan berakhir pada pencerahan sejati.

2. Praktik

Ciri kedua merupakan bentuk rasa yakin dalam agama. Praktik berdasarkan keyakinan bisa dilakukan melalui aksi nyata. Aksi tersebut adalah bentuk implementasi ajaran dalam ucapan, perbuatan dan pikiran benar.

Moralitas dilakukan sebagai bentuk dari rasa yakin. Praktik bisa diwujudkan dari ritual agama. Ritual sendiri dapat meningkatkan yakin sebagai perenungan dan pengembangan pikiran penuh cinta kasih, kebijaksanaan dan welas asih.

Sudut Pandang Keyakinan Menurut Ajaran Buddha

Keyakinan menurut ajaran Budda Saddha memiliki tiga objek:

1. Buddha

2. Dharma

3. Sangha

Rasa yakin pada agama merupakan perwakilan kepercayaan terhadap seorang guru yang perlu diteladani. Beliau memberikan contoh dengan ucapan yang baik, perilaku yang benar, dan pikiran positif.

Selanjutnya, yakin terhadap Dharma adalah kepercayaan terhadap ajaran Buddha yang dilakukan melalui tindakan nyata. Sedangkan yakin terhadap Sangha berupa wujud kesanggupan tiap-tiap orang mencapai pencerahan seperti Buddha.

Ciri –ciri dan sudut pandang merupakan unsur penting dalam keyakinan menurut ajaran Buddha. Hal ini selain bertujuan untuk memperdalam keyakinan, juga memperdalam pemahaman umat Buddha.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata, Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.


No comments:

Post a Comment